Jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar kembali mencatatkan prestasi di bidang penelitian. Salah satu dosennya, Qarina, S.E., M.Si., berhasil memperoleh pendanaan hibah penelitian Indonesia Tobacco Control Research Network (ITCRN) 2026. Kabar tersebut diterima melalui surat elektronik (email) resmi yang diumumkan pada 19 Juni 2026, setelah proposalnya dinyatakan lolos melalui proses seleksi double blind review yang komprehensif.
Keberhasilan tersebut diraih melalui proposal penelitian berjudul "Beban Pengeluaran Rokok Pada Rumah Tangga Miskin dan Dampaknya Terhadap Gizi Anak: Analisis Crowding-Out Effect dan Simulasi Kebijakan Cukai Tembakau Berbasis Data Susenas 2024." Proposal tersebut terpilih sebagai salah satu dari 10 proposal terbaik yang memperoleh pendanaan dalam program Call for Proposal ITCRN 2026 yang diselenggarakan oleh Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah (PEBS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.
Program ITCRN 2026 merupakan kolaborasi antara Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah (PEBS) FEB Universitas Indonesia dan Institute for Global Tobacco Control (IGTC), Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health. Program ini mengundang akademisi dan peneliti di Indonesia untuk menghasilkan riset yang berkontribusi pada penguatan kebijakan pengendalian tembakau sesuai dengan kerangka MPOWER dari World Health Organization (WHO).
Melalui penelitian yang diusulkan, Qarina akan mengkaji bagaimana pengeluaran rumah tangga miskin untuk konsumsi rokok dapat memengaruhi pemenuhan kebutuhan gizi anak melalui fenomena crowding-out effect. Selain itu, penelitian ini juga akan menyajikan simulasi kebijakan cukai tembakau berbasis data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2024 sebagai bahan masukan bagi perumusan kebijakan yang lebih efektif.
Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen dosen Jurusan Ilmu Ekonomi UIN Alauddin Makassar dalam menghasilkan penelitian yang berkualitas, relevan dengan isu-isu pembangunan, serta memberikan kontribusi nyata bagi penyusunan kebijakan publik berbasis bukti (evidence-based policy). Prestasi tersebut juga semakin memperkuat peran UIN Alauddin Makassar sebagai perguruan tinggi yang aktif mendorong budaya riset dan kolaborasi di tingkat nasional maupun internasional.
Segenap civitas akademika Jurusan Ilmu Ekonomi FEBI UIN Alauddin Makassar menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas capaian tersebut. Diharapkan keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi sivitas akademika lainnya untuk terus meningkatkan kualitas penelitian serta memperluas kontribusi keilmuan dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di Indonesia.